Senin, 03 Juli 2017

MANAJEMEN PERSEDIAAN

MANAJEMEN PERSEDIAAN TRADISIONAL
Secara umum, perusahaan dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi daripada pesaingnya cenderung berada pada posisi kempetitif yang lebih lemah. Kebijakan manajemen persediaan telah menjadi senjata kompetitif.
Mempelajari dasar model manajemenn persediaan tradisional dan dasar konsep tual yang melandasi nya akan membantu kita memahami kapan model tersebut masih tepat diterapkan.

BIAYA PERSEDIAAN
Dua biaya utama terkait dengan persediaan. Jika persediaan bahan baku di beli dari sumber luar maka biaya terkait persediaan tersebut disebut biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Jika persediaan bahan bakudi produksi secara internal maka disebut biaya persiapan dan biaya penyimpanan.
BIAYA PEMESANAN
Biaya untuk menempatkan dan menerima pesanan (biaya administrasi, dokumen, asuransi, biaya pembokaran).

BIAYA PERSIAPAN / PENYETELAN
Biaya untuk menyiapkan peralatan dan fasilitas untuk memproduksi produk atau komponen tertentu. Contohnya adalah upah pekerja bagian produksi yang tidak terpakai, biaya fasilitas produksi yang tidak terpakai, dan biaya uji coba produksi.

BIAYA PENYIMPANAN
Biaya untuk menyimpan persediaan (asuransi, pajak persediaan, keusangan, biaya peluang dari dana yang terikat dalam persediaan, biaya penanganan, ruang penyimpanan.


ALASAN TRADISIONAL UNTUK MEILIKI PERSEDIAAN
Memaksimalkan laba mensyaratkan perlunya meminimalkan biaya persediaan. Namun meminimalkan biaya penyimpanan mendukung pemesanan atau produksi dalam jumlah kecil. Sedangkan meminimalkan biaya pemesanan mendukung pemesananan dalam jumlah besar dan jarang (meminimalkan biaya persiapan mendukung produksi dalam waktu lama dan jarang). Kebutuhan untuk menyeimbangkan dua kelompok biaya tersebut agar total biaya penyimpanan dan biaya pemesanan dapat diminimalkan adalah salah satu alas an perusahaan memilih untuk menyimpan persediaan.

KUANTITAS PESANAN EKONOMIS : MODEL PERSEDIAAN TRADISIONAL
Dalam mengembangkan suatu kebijakan persediaan, terdapat dua pertanyaan mendasar.
1.     Berapa unit yang harus dipesan (diproduksi)?
2.     Kapan pemesanan harus dilakukan (persiapan dilaksanakan)?
Dalam menentukan kuantitsa pesanan atau ukuran lot produksi, manajer hanya perlu memperhatikan biaya pemesanan dan penyimpanan. Total biaya pemesanan dapat digambarkan dalam persamaan berikut.
            TC=PD/Q+CQ/2
                 = Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan
Dimana :
TC = total biaya pemesanan /persiapan dan biaya penyimpanan.
P   = biaya mendapatkan pesanan dan penerimaan pesanan
D   = jumlah permintaan tahunan yang diketahui
Q   = jumlah unit setiap kali pesanan dilakukan
C   = biaya penyimpanan satu unit persediaan selama 1 tahun.
Menghitung EOQ
Karena EOQ adalah kuantitas yang meminimalkan persamaan 14.1, rumus untuk menghitung kuantitas ini dapat diturunkan dengan mudah.
                        Q=EOQ

TITIK PEMESANAN KEMBALI
EOQ menjawab pertanyaan mengenai banyaknya unit yang harus dipesan (atau produksi).mengetahui kapan harus memesan(atau kapan persiapan untuk melakukan produksi) juga merupakan bagian penting dari kebijakan persediaan. Titik pemesanan kembali adalah titik waktu dimana pesanan baru harus dilakukan(atau persiapan dimulai). Hal ini merupakan fungsi EOQ, waktu tunggu, dan tingkat dimana persdiaan hampir habis. Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan untuk menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan dilakukan atau persiapan dimulai. Titik pemesanan kembali (re order point) yang memenuhi tujuan berikut :
            ROP = Tingkat penggunaan waktu x Waktu tunggu







MANAJEMEN PERSEDIAAN JIT
Manufcture JIT (just-in-time manufacturing) adalah suatu system beradasarkan tarikan permintaan yang membutuhkan barang untuk ditarik melalui system oleh permintaan yang ada, bukan didorong kedalam system pada waktu tertentu berdasarkan permintan yang diantisipasi. Restoran cepat saji, seperti McDonald’s menggunakan system tarikan permintaan untuk mengendalikan persediaan barang jadi mereka. Ketika pelanggan memesan hamburger, hamburger akan diambil dari rak yang tersedia. Ketika jumlah hamburger terlalu sedikit, koki membuat hamburger baru. Permintaan pelanggan menarik bahan baku melalui system.
Pembelian JIT (JIT Purchasing) mesyaratkan para pemasok untuk mengirimkan suku cadang dan bahan baku tepat pada waktunya untuk produksi. Pasokan suku cadang harus dihubungkan dengan produksi yang berhubungan dengan permintaan.
JIT memiliki dua tujuan strategis : meningkatkan laba dan memperbaiki posisi bersaing perusahaan.

KARAKTERISTIK DASAR JIT
TATA LETAK PABRIK jenis dan efisiensi tata letak pabrik di kelola secara berbeda dalam proses manufaktur JIT. Dalam pekerjaan secara tradisional dan proses manuaktur  secara batch, produk dipindahkan dari satu kelompok mesin yang sama ke kelompok mesin yang lain. Mesin dengan fungsi yang sama biasanya ditempatkan menjadi satu dalam suatu area yang disebut departemen atau proses dan para pekerja di tempatkan dalam departemen terkait. JIT mengganti tata letak pabrik tradisional ini dengan pola sel manufaktur.

PENGELOMPOKAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN perbedaan structural utama lainnya antara JIT dan tradisional adalah pengelompokan dan tanggung jawab karyawan.
TOTAL QUALITY CONTROL
Suatu pengerjaan tanpa henti untuk suatu kualitas sempurna, usaha untuk mendapatkan suatu desain produk dan proses manufaktur tanpa cacat

KETELUSURAN BIAYA OVERHEAD
Suatu system pembayaran menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya pada produk individual : penelusuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ke tiga metode, penelusuran langsung paling akurat sehingga lebih disukai daripada dua metode lainnya.

PENGARUH PERSEDIAAN
JIT umumnya menurunkan persediaan hingga tingkat yang sangat rendah. Pencapain terhadap tingkat yang tidak signifikan dari persediaan adalah vital bagi kesuksesan JIT

Perbandingan manufaktur JIT dengan tradisional
No.
JIT
TRADISIONAL
1
Sistem tarik
System dorong
2
Persediaan tidak signifikan
Persediaan signifikan
3
Pemasok kecil
Pemasok besar
4
Kontrak pemasok jangka panjang
Kontrak pemasok jangka pendek
5
Struktur seluler
Struktur departemental
6
Tenaga kerja multi skill
Tenaga kerja spesialisasi
7
Pelayanan terdesentralisasi
Pelayanan tersentralisasi
8
Keterlibatan karyawan tinggi
Keterlibatan karyawan rendah
9
Gaya manajemen memfasilitasi
Gaya manajemen mengawasi
10
Pengendalian kualitas total
Tingkat kualiatas dapat diterima
11
Dominasi penelusuran langsung
Dominasi penelusuran penggerak

BIAYA PERSIAPAN DAN PENYIMPANAN : PENDEKATAN JIT
JIT merupakan pendekatan untuk meminimalkan total biaya penyimpanan dan biaya persiapan yang sangat berbeda dari pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional mengakui keberadaan biaya persiapan, kemudian menentukan kuantitas pesanan yang merupakan perimbangan terbaik dari dua kategori biaya. Di lain pihak JIT tidak menerima biaya persiapan atau pemesanan. Justru sebaliknya JIT mencoba menekan biaya ini sampai nol. Pendekatan ini yang menjelaskan dorongan untuk persediaan nol dalam system JIT.


TEORI KENDALA (TEORI OF CONSTRAINTS)
Teori kendala mengakui kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendalanya. Teori kendala mengembangkan pendekatan spesifik untuk mengelola kendala guna mendukung tujuan perbaikan yang berkelanjutan. Menurut TOC jika hendak memperbaiki kinerja, suatu perusahaan harus mengidentifikasi kendalanya, mengeksploitasi kendalanya dalam jangka pendek, serta menemukan cara mengatasinya dalam jangka panjang.

KONSEP DASAR
TOC berfokus pada tiga ukuran kinerja organisasi: throughput, persediaan, dan beban operasi.
Throughput adalah tingkat dimana suatu organisasi menghasilkan uang melalui penjualan.
Persediaan adalah seluruh uang yang dikeluarkan organisasi dalam mengubah bahan baku menjadi throughput.
Beban operasi adalah sebagai seluruh uang yang dikeluarkan untuk mengubah persediaan menjadi throughput.
Teori kendala seperti JIT memberikan manjemen persediaan peran yang lebih menonjol dibandingkan tradisional. TOC mengakui penurunan persediaan akan mengurangi biaya penyimpanan sehingga menurunkan beban operasi dan memperbaiki laba bersih. Namun TOC  menayatakan penurunan persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan mempunyai produk yang lebih baik, harga yang lebih rendah, dan tanggapan yang lebih cepat atas kebutuhan pelanggan.

LANGKAH-LANGKAH TOC
1.     Mengidentifikasi kendala perusahaan
2.     Mengeksploitasi kendala yang mengikat
3.     Menyubordinasi apapun, selain keputusan yang dibuat pada langkah 2
4.     Mengangkat kendala yang mengikat
5.     Mengulangi proses.

MEGIDENTIFIKASI KENDALA PERUSAHAAN
KENDALA EKSTERNAL, adalah factor yang membatasi perusahaan yang berasala dari luar perusahaan (seperti permintaan pasar).
KENDALA INTERNAL, adalah factor yang membatasi yang ditemukan di dalam perusahaan (seperti ketersediaan waktu mesin).
Kendala dimana sumber daya yang terbatas tidak digunakan sepenuhnya oleh bauran produk disebut kendala yang longgar. Kendala yang mengikat  adalah kendala dimana sumber daya yang tersedia di manfaatkan sepenuhnya. Bauran produk optimal  diidentifikasikan sebagai bauran yang memaksimalkan throughtputh sesuai dengan kendala perusahaan . bauran optimal mengungkapkan banyaknya sumber daya yang dibatasi dan kendala kendala yang mengikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar