Senin, 03 Juli 2017

AKUNTANSI MANAJEMEN "Keputusan Investasi Modal"


Jenis-jenis Keputusan Investasi Modal


Keputusan investasi modal (capital investmen decison) berkaitan dengan proses perencanaan, pencapaian tujuan, prioritas, pengaturan pendanaan, seta penggunaan, kriteria tertentu untuk memilih aktiva jang panjang. Karena keputusan investasi modal menempatkan sejumlah besar sumber daya pada resiko jangka panjang dan mempengaruhi perkembangan perusahaan secara simultan dimasa depa, hal itu merupakan salah satu keputusan terpainting yang dibuat manajer. Setiap organisasi memiliki sumber daya yang terbatas, yang akan digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan profitabilitas jangka panjangnya. Keputusan investasi modal yang buruk dapat menimbulkan bencana.
Proses pengambilan keputusan investasi modal sering disebut penganggaran modal.
ada 2 jenis proyek penganggaran modal, yaitu:
1. Proyek Independen (Independent Projects)
2. Proyek Saling Eksklusif (Mutually Exclusive Projects)
Keputusan investasi modal sering berkaitan dengan masalah investasi, dalam aktiva modal jangka panjang. Kecuali tanah, aktiva selalu disusutkan selama umur manfaatnay dan investasi dipakai ketika aktiva itu digunakan. Investasi modal yang baik umumnya akan menerima kembali modal awal sepanjang umurnya dan menghasilkan pengembalian yang cukup atas investasi awal pada saat yang sama.
Jadi, salah satu tugas manajer adalah memutuskan apakah suatu investasi modal akan menghasilkan kembali sumber daya awalnya atau tidak dan memberikan pengambalian yang wajar. Dengan membuat penilaian itu seorang manajer dapat memutuskan diterima atau tidak diterimanya proyek-proyek independen dan membandingkan proyek-proyek yang salingbersaing berdasarkan keunggulan ekonomisnya.
Untuk membuat keputusan investasi modal, seorang manajer harus mengestimasi jumlah dan waktu atus kas. Menilai resiko investasi, dan mempertimbangkan dampak proyek terhadap laba perusahaan. Salah satu tugas yang paling sulit adalah mengestimasi arus kas. Proyeksi harus dibuat bertahun-tahun kedepan dan peramalan sulit diperkirakan dengan ilmu apapun. Jelas, ketika akurasi peramalan arus kas meningkat, keandalan keputusan juga meningkat.
Dalam membut proyeksi manajer harus mengidentifikasi dan menguantifikasi manfaat yang berhubungan dengan proyek yang diusulkan. Sebagai contoh, sistem penyampanan kas yang dilakukan secara otomatis dapat memberi manfaat berikut dibanding dengan sistem manual): pengurangan biaya bank, peningkatan pruktivitas, pengurangan biaya kertas, peningkatan integritas data, pengurangan biaya pelatihan, serta penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa dan merekonsiliasi bank/kas. Jumlah dolar dari manfaat-manfaat tersebut harus dinilai.
Pengambilan keputusan investasi modal dengan arus kas yang telah ditentukan, Para manajer harus menetapkan tujuan dan prioritas investasi modal. Mereka juga mengidentifikasi beberapa kriteria dasr atas penerimaan dan penolakan investasi yang diusulkan. Ada empat metode dasar untuk menuntun para manajer dalam menerima atau menolak investasi yang potensial. Metode-metode tersebut mencakup pendekatan keputusan nondiskonto dan diskonto.

Keputusan Nondiskonto
Model nondiskonto (nondiscounting models) menagbaikan nilai waktu dari uang, sedangkan Model diskonto (discounting models) mempertimbangkan secara eksplisit.
Kendati banyak akuntan mendeskreditkan model nondiskonto karena mengabaikan nilai waktu dari uang, perusahaan-perusahaan masih terus menggunakannya dalam pengambilan keputusan investasi modal. Meskipun demikian penggunaan model diskonto telah meningkat pada beberapa tahun terakhir dan perusahaan yang benar-benar menggunakan suatu model hanya sedikit. Perusahaan-perusahaan nampaknya menggunakan kedua model tersebut. Hal ini menunjukkan kedua kategori ini memberikan informasi yang berguna bagi manajer saat mereka harus membuat keputusan investasi modal.


Periode Pengembalian
Salah satu jenis model nondiskonto adalah periode pengembalian. Periode pengembalian (payback periode) adalah waktu yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk memperoleh investasi awalnya kembali. Sebagai contoh, Honley Medical melakukan investasi pada generator RV seharga $1.000.000. Arus kasnya (arus kas masuk dikurang arus kas keluar) yang dihasilkan peralatan tersebut adalah $500.000 per tahun. Jadi, periode pengembalian adalah dua tahun ($1.000.000/$500.000). Ketika jumlah arus kas dari suatu proyek disumsikan tetap, rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung periode pengembaliannya.
            Periode pengembalian = Investasi awal / Arus kas tahunan
Akan tetapi jika jumlah arus kas tidak tetap, maka periode pengambalian dihitung dengan menambahkan arus kas tahunan sampai waktu ketika investasi awal diperoleh kembali.
Jika pembagian satu tahun diperlukan, jumlah arus kas diasumsikan tetap setiap tahun. Sebagai contoh, investasi pada generator RV adalah $1.000.000 dan memiliki umur lima tahun dengan ekspektasi arus kas tahunan: $300.000, $400.000, $500.000, $600.000, $700.000. Periode pengembalian proyek tersebut adalah 2,6 tahun.
            Salah satu cara menggunakan periode pengambalian adalah menetapkan suatu periode pengembalian maksimum pada seluruh proyek dan menolak setipa proyek yang melewati tingkat ini. Beberapa analis mengatakan periode pengembalian dapat digunakan sebagai ukuran kasar dari risiko dengan pengertian bahwa semakin lama suatu proyek menghasilkan uang, maka akan semakin berisiko pula proyek tersebut. Perusahaan dengan arus kas yang lebih berisiko mungkin juga membutuhkan periode pengembalian yang lebih pendek dari biasanya. Selain itu perusahaan yang sedang menghadapi masalah likuiditas akan lebih tertarik dengan proyek yang periode pengembaliannya cepat. Masalah kritis lainnya adalah keusangan. Pada beberapa industri, risiko keusangan tinggi. Perusahaan dalam industri seperti ini lebih tertarik dengan pengembalian dana yang cepat.


Alasan lain yang tidak terlalu bermanfaat bagi perusahaan juga dapat digunakan. Manajer berwenwang menbuat keputusan investasi modal memilih investasi dengan periode pengmbalin cepat berdasarkan kepentingan pribadi. Jika kinerja manajer diukur dengen menggunakan kriteria jangka pendek seperti laba bersih tahunan, maka manajer tersebut mungkin memilih proyek dengan periode pengembalian cepat untuk menghasilkan perbaikan laba bersih secepat mungkin. Kita tahu bahwa manajer divisi sering bertanggungjawab atas pengembalian keputusan investasi modal dan dievaluasi berdasarkan laba divisi. Namun, masa jabatan sering menghindari investasi yang menjanjikan pengembalian jangka panjang bagi perusahaan dan hanya tertarik dengan pengembalian jangka pendek. Masalah ini dapat dieliminasi melalui kebijakan penganggaran perusahaan dan komite peninjauan anggaran.
            Periode pengembalian dapat digunakan untuk memilih alternatif-alternatif yang saling bersaing. Menurut pendekatan ini investasi dengan periode pengembalian terpendek lebih disuksi daripada investasi dengan periode pengembalian yang lebih panjang. Namun penggunaan periode pengembalian kurang dapat dipertahankan karena ukuran ini memiliki dua kelemahan utama: mengabaikan kinerja investasi yang melewati periode pengembalian dan mengabaikan nilai waktu uang.
Kesimpulannya, periode pengembalian memberi manajer informasi yang dapat digunakan sebagai berikut.
1.      Membantu mengendalikan risiko yang berhubungan dengan ketidakpastian arus kas dimasa depan.
2.      Membantu meminimalkan dampak investasi terhadap masalah likuiditas
3.      Membantu mengendalikan risiko keuangan
4.      Membantu mengandalikan pengaruh investasi terhadap ukuran kinerja
Akan tetapi metode tersebut mengandung kelemahan yang signifikan karena mengabaikan total profitabilitas proyek dan nilai waktu uang. Meskipun penghitungan periode pengembalian bermanfaat bagi seorang manajer, hanya mengandalkan perhitungan tersebut dalam keputusan investasi modal mungkin kurang bijaksana.


Tingkat Pengmbalian Akuntansi
Tingkat pengembalian akuntansi merupakan model nondiskonto kedua yang digunakan secara umum. Tingkat pengembalian akuntansi (accounting rate of return) adalah mengukur mengukur pengendalian suatu proyek dalam kerangka laba, bukan dari arus kas proyek. Tingkat pengembalian akuntansi dihitung dengan menggunakan rumus brikut.
Tingakat pengembalian                       =   Laba rata-rata
  Investasi awal atau investasi rata-rata
Lba tidak setara dengan arus kas karena akrual penagguhan yang digunakan dalam penghitingannya. Laba rata-rata dari suatu proyek dihasilkan dengan menjumlahkan laba bersih setiap tahun dari proyek, kemudian membagi total laba bersih tersebut dengan jumlah tahun. Laba bersih rata-rata suatu proyek dapat ditaksir melalui pengurangan penyusutan rata-rata dari arus kas rata-rata. Dengan asumsi semua pendapat yang diperoleh dalam satu periode dikumpulkan dan penyusutan merupakan satu-satunya beban nonkas, taksiran tersebut akan tepat.
Investasi dapat didefinisikan sebagai investasi awal atau investasi rata-rata. Jika I adalah investasi awal, S adalah nilai sisa (salvage value).  Dengan asumsi investasi dikonsumsi secara merata investasi rata-rata dapat didefinisikan sebagi berikut.
            Investasi rata-rata = (I + S) / 2

model Diskonto: Metode Nilai Sekarang Bersih (NPV)
Secara eksplisit model diskonto mempertimbangkan nilai waktu dari uang sehingga memasukkan konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar. Dua model diskonto akan dipertimbangkan: nilai sekarang bersih (net present value-NPV) dan tingkat pengembalian internal (Internal rate of return-IRR).


Devinisi Nilai Sekarang Bersih (NPV)
Nilai sekarang bersih (net present value) merupakan selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan arus ka keluar yang berhubungan dengan suatu proyek.
nilai sekarang bersih (NPV) mengukur profitabilitas suatu investasi. Jika suatu proyek memiliki NPV positif, berarti ada peningkatan kekayaan. Bagi perusahaan, hal ini berarti besarnya nilai positif NPV mengukur peningkatan niali perusahaan yang dihasilkan dari suatu investasi. Dalam menggunakan metode NPV, tingkat pengembalian yang harus diminta harus ditentukan.
Tingkat pengembalian yang diminta (required rate of return) adalah tingkat pengembalian minimum yang dapat diterima. Hal itu juga disebut tingkat diskonto, tingkat rintangan, atau tingkat batas (hurdle rate), dan biaya modal.
Nilai NPV positif menendakan:
(1). Investasi awal telah tertutupi
(2). Tingkat pengembalian yang diminta telah dipenuhi
(3). Pengembalian yang melebihi dari (1) dan (2)

Tingkat Pengembalian Internal
Tingkat pengembalian internal (internal rate of return-IRR) adalah suku bunga yang mengatur nilai sekarang dari arus kas masuk proyek sama dengan nilai sekarang dari biaya proyek tersebut. Dengan kata lain, IRR adalah suku bunga yang mengtur NPV proyek sama dengan nol.

Pasca Audit Proyek Modal
Unsur penting dalam proses investasi modal adalah analisis lebih lanjut terhadap proyek modal segera setelat proyek diimplementasikan. Analisis ini disebut pascaaudit. Pascaaudit membandingkan manfaat aktual dangan manfaat yang diestimasi dan biaya operasional aktual dengan biaya opersional yang diestimasi. Pascaaudit mengevaluasi hasil keseluruhan invastasi dan mengusulkan tindakan perbaikan.


Manfaat Pascaaudit
Pada kasus pengambilan keputusan perekatan RF, beberapa estimasi manfaat investasi modal memunculkan:
1. Keluhan dari pelanggan menurun
2. Penolakan berkurang
3. Serta biaya bahan dan tenaga kerja langsung berkurang
Meskipun demikian terjadi investasi yang lebih lebih besar dari yang diharapkan karena peralatan penyaring diperlukan dan biaya operasional aktual menjadi lebih besar karena peningkatan biaya pemeliharaan dan kompleksitas proses. Secara keseluruhan, auditor internal menyimpulkan investasi tersebut adalah  meninggalkan proses baru dan kembali ke proses pendekatan epoksi.
Perusahaan yang pascaaudit terhadap proyek modal mendapatkan beberapa manfaat.
1. Dengan mengevaluasi profitabilitas, pascaaudit menjamin sumber daya digunakan secara bijaksana. Jika proyek tidak berjalan dengan baik, maka tindakan perbaikan mungkin diperlukan untuk meningkatkan kinerja atau menghentikan proyek.
2. Dampak terhadap perilaku manajer. Jika manajer melakukan perhitungan atas hasil pengambilan keputusan investasi modal, maka cenderung membuat keputusan untuk kepentingan terbaik perusahaan. Sebagai tambahan, pascaaudit menyediakan umpan balik kepada manajer yang dapat membantunya memperbaiki pengambilan keputusan dimasa mendatang.
Pasca audit dikerjakan oleh staf audit internal. Secar umum, hasil yang lebih objektif dapat dicapai jika pascaaudit dikerjakan oleh pihak independen. Karena upaya yang serius harus dilakukan untuk meyakinkan staf audit internal bertindak independen, badan independen biasanya merupakan pilihan terbaik untuk melakukan tugas tersebut.
Akan tetapi pascaaudit memakan biaya yang cukup besar. Lebih dari itu, meskipun mungkin memberikan manfaat yang signifaikan, pascaaudit memiliki keterbatasan lain. Hal yang paling jelas adalah fakta bahwa asumsi yang diberikan oleh analisis awal sering cacat seiring dengan perubahan lingkungan operasional. Kondisi yang dapat dipertanggung jawabkan harus memenuhi kualifikasi untuk beberapa tingkat dengan kemungkinan ramalan setiap kejadian yang mungkin terjadi.

Proyek Saling Eksklusif
Sampai saat ini, pembahasan telah berfokus pada proyek independen. Sebagian besar keputusan investasi modal berkaitan dengan proyek saling eksklusif. Bagaimana analisis NPV dan IRR atau apakah kemampuan NPV dan IRR berbeda dalam membantu seorang manajer membuat keputusan maksimal saat munculnya berbagai alternatif yang saling bersaing. Sebagai contoh kita telah mengetahui model nondiskonto dapat menyebabkan pilihan yang salah karena model ini mengabaikan nilai waktu uang (NPV) . Akibat kekurangan ini, model diskonto dianggap lebih unggul. Secara umum dapat ditunjukkan bahwa model NPV lebih disegani dibandingkan model IRR ketika memiih diantara alternatif saling eksklusif.

Penghitungan dan Penyesuaian Arus Kas
Setiap langkah penting dalam analisis investasi modal adalah menentukan pola arus kas setiap proyek. Pada kenyataannya, penghitungan arus kas mungkin merupakan langkah kritis dalam proses investasi modal. Estimasi yang keliri dapat menghasilkan keputusan yang keliru juga, tanpa memperhatikan pengalaman model keputusan yang pernah digunakan.
Ada 2 langkah yang diperlukan untuk menghitung arus kas, yaitu:
1.      Peramalan pendapatan, beban, dan pengeluaran modal
2.      Penyesuaian arus kas kotor dengan inflasi dan pajak
Dari kedua langkah tersebut langkah pertama lebih menantang. Peramalan arus kas merupakan hal teknis dengan berbagai persyaratan dan metedologinya dipelajari secara khusus dalam penelitian ilmu pemasaran, ilmu manajemen dan statistik.
akhirnya, aplikasi hukum pajak dapat digunakan untuk menghitung arus setelah pajak. Pada tingkat studi ini, diasumsikan peramalan kas kotor telah tersedia dan fokusnya diarahkan pada penyesuaian arus kas yang diramalkan untuk memperbaiki akurasi serta penggunaannya dalam analisis pengeluaran modal.


Investasi Modal Lingkungan Manufaktur yang Canggih
Pada laingkungan yang canggih, investasi jangka panjang umumnya berkaitan dengan otomatisasi pabrik. Namun sebelum setiap komitmen untuk otomatisasi dibuat, pertama tama sebaiknya perusahaan menggunakan tegnologi yang ada secara efisien. Banyak manfaat yang bisa di realisasikan dengan merancang ulang dan menyederhanakan proses manufaktu saat ini. Suatu contoh yang sering diberikan untuk mendukung penelitian ini adalah otomatisasi penanganan bahan. Otomatisasi semacam ini dapat memekan biaya jutaan dolar dan biasanya tidak perlu karena efisiensi yang lebih besar dapat dicapai  dengan mengeliminasi perubahan dan menyederhanakan transfer bahan melalui imlementasi sistem JIT.
            Akan tetapi setelah manfaat dari setelah desai ulang dan penyederhanaan dicapai, otomatisasi yang akan menghasilkan manfaat tambahan akan menjadi nyata. Banyak perusahaan dapat memperbaiki porsi bersaingnya dengan penambahan fitur, seperti penggunaan robot, sistem produksi yang fleksibel dan sistem manufaktur uang terintegritas secara menyeluruh.

Bagaimana Investasi Dibedakan
Investasi dalam proses manufaktur yang terotomatisasi adalah jauh lebih kompleks dibandingkan investasi dalam peralatan manufaktur standar dimsa lalu. Bagi peralatan standar, biaya langsung akuisisi mencerminkan investasi sebenarnya. Pada manufaktur yang terotomatisasi, biaya langsung mencerminkan sedikitnya 50 atau 60 persen dari total investasi; perangkat lunak, teknik, pelatikan, dan implementasi merupakan presentase yang signifikan dari total biaya aktual dari sistem yang dilakukan secara otomatis. Biaya sampingan terkadang terabaikan, padahal jumlahnya bisa jadi cukup besar.


Lampiran A: Konsep Nilai Sekarang

Suatu hal yang menarik dari uang adalah uang dapat diinvestasikan dan dapat menghasilkan bunga. Nilai dolar pada hari ini tidak sama dengan nilai dolar esok hari. Prinsip dasar tersebut merupakan kekuatan dari metode pendiskontoan.
metode pendiskontoan mengandalkan hubungan antara nilai dolar saat ini dan masa depan. Jadi, kita harus memahami hubungan tersebut untuk menggunakan metode pendiskontoan.

Nilai Masa Depan
Misalkan, suatu bank mencantumkan suku bunga tahunan sebesar 4 persen. Jika seorang nasabah menginvestasikan uang sebesar $100, setelah satu tahun, ia akan menerima jumlah awal sejumlah $100 ditambah bunga $4 { [$100 + (0,04) ($100)] = (1 + 0,04) $100 = (1,04) ($100) = $104 }. Hasil ini dapat dinyatakan dengan persamaan dimana F adalah jumlah masa depan, P adalah pengeluaran awal, dan i adalah suku bunga.
            F = P ( 1 + i )
Sebagai contoh, F = $100 (1 + 0.04) = $100 (1,04) = $104

Nilai Sekarang
Seorang manajer tidak hanya menghitung nilai masa depan, tetapi juga jumlah yang harus diinvestasikan untuk menghasilkan suatu nilai masa depan. Jumlah yang harus diinvestasikan sekarang untuk mendapatkan nilai masa depan dikenal sebagai nilai sekarang (present value) dari jumlah masa depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar