Lean Manufacturing
adalah
pendekatan yang didesain untuk meniadakan buangan dan memksimalkan nilai bagi
pelanggan, seta dengan biaya serendah mungkin. Pendekatan ini memiliki ciri
pengiriman produk yang benar dalam jumlah yang benar, dengan kualitas yang
benar tanpa cacat, pda waktu yang tepat dengan kebutuhan pelanggan, seta dengan
biay serendah mungkin.
Sistem Lean Manufacturing memungkinkan para manajer untuk meniadakan buangan, mengurangi biaya, dan menjadi lebih efisien. Perusahaan yang mengimplementasikan Lean manufacturing mengejar strategi pengurangan biaya dengan cara mengidentifikasikan ulang berbagai aktivitas yang dilaksanakan perusahaan. Pengurangan biaya secara langsung berkaitan kepemimpinan biaya. Lean manufacturing menambah nilai melalui pengurangan buangan. Implementasi lean manufacturing yang baik telah memberi berbagai perbaikan besar, seperti kualitas yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengurangn waktu tunggu, pengurangan persediaan dalam jumlah besar, pengurangan waktu penyetelan, penurunan biaya produksi, dan peningkatan tingkat produksi. Contohnya, Celestica De Monterrey S.A. C.V., sebuah perusahaan yang mengkhususkan pada jasa produksi elktronik, mengimplementasikan lean manufacturing di pebriknya di Monterrey. Meksiko.
Implementasi tersebut menghasilkan peningkatan penggunaan ruang sebesar 34%, pengurangan waktu penyetelan sebesar 85%, Pengurangan buangan sebesar 66%, dan penurunan waktu tunggu pelanggan sebesar 71%.
Sistem Lean Manufacturing memungkinkan para manajer untuk meniadakan buangan, mengurangi biaya, dan menjadi lebih efisien. Perusahaan yang mengimplementasikan Lean manufacturing mengejar strategi pengurangan biaya dengan cara mengidentifikasikan ulang berbagai aktivitas yang dilaksanakan perusahaan. Pengurangan biaya secara langsung berkaitan kepemimpinan biaya. Lean manufacturing menambah nilai melalui pengurangan buangan. Implementasi lean manufacturing yang baik telah memberi berbagai perbaikan besar, seperti kualitas yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengurangn waktu tunggu, pengurangan persediaan dalam jumlah besar, pengurangan waktu penyetelan, penurunan biaya produksi, dan peningkatan tingkat produksi. Contohnya, Celestica De Monterrey S.A. C.V., sebuah perusahaan yang mengkhususkan pada jasa produksi elktronik, mengimplementasikan lean manufacturing di pebriknya di Monterrey. Meksiko.
Implementasi tersebut menghasilkan peningkatan penggunaan ruang sebesar 34%, pengurangan waktu penyetelan sebesar 85%, Pengurangan buangan sebesar 66%, dan penurunan waktu tunggu pelanggan sebesar 71%.
Pada intinya, lean manufacturing sama dengan sistem produksi Toyota yang
dikembangkan oleh Shigoe Shingo dan Taaichi Ohno. World class manufacturing dan
just-in-time (JIT) Manufacturing and Purchasing adalah istilah yang meliputi
banyak aspek dari metode yang sama. Secara konseptual. Lean Manufacturing juga
mirip dengan sistem lean enterprise ford. Kontribusi Shingo dan
Ohno mengatasi berbagai kelemahan dan kesalahan dalam sistem ford. Secara
khusus, sistem ford tidak menilai karyawan secara tepat dan tidak dibentuk
berhubungan dengan ntingkat variasi produk yang tinggi. Produk yang memiliki
banyak variasi dan bervolume rendah tidak sesuai dengan sistem produksi ford.
Pemberdayaan karyawan, struktur tim, manufaktur sel, pengurangan waktu
penyetelan dan batch kecil ada didalam sistem produksi Toyota dan merupakan
bagian integral dari sistem lean manufacturing.
Hal yang
memungkinkan perusahaan untuk dapat mencapai hasil yang dijelaskan melalui
Celestica de Monterrey. Menjadi lean berarti harus ada pemikiran yang lean.
Lean manufacturing berbeda karena lima prinsip pemikiran lean berikut ini.
1. Menspesifikasikan nilai tap
produk secara tepat
2. Mengidentifikasi “arus nilai”
untuk tiap produk
3. Menciptakan arah nilai tanpa
gangguan
4. Memungkinkan pelanggan
menciptakan nilai dari produsen
5. Mengejar kesempurnaan
Nilai Berdasarkan Produk
Nilai ditentukan
oleh pelanggan minimal, nilai merupakan suatu bagian atau fitur yang membuat
pelanggan bersedia membayar. Nilai bagi pelanggan adalah perbedaan antara nilai
yang direalisasi denan pengorbanan. Realisasi adalah hal yang diterima
pelanggan. Pengorbanan adalah yang
dilepas pelanggan, termasuk uang yang bersedia mereka keluarkan untuk
fitur dasar dan khusus produk, kualitas, merk, dan reputas. Jadi, nilai
berkaitan denagn produk tertentu dan fitur produk tertentu. Menambah nilai dan
fungsi yang tidak diinginkan oleh pelanggan adalah penyia-nyiaan waktu dan
sumber daya. Menilai adalah proses yang berorientasieksternal dan tidak dapat
dilakukan secara internal. Hanya berbagai fitur yang bernilai tambah yang
seharusnya dihasilkan; aktivitas yang tidak bernilai tambah harus ditiadakan.
Arus Nilai
Arus nilai
terdiri atas semua aktivitas yang bernilai tambah yang dibutuhkan untuk membawa
sekelompok produk atau jasa dari titik awalnya (contohnya, pesanan pelanggan
atas suatu produk baru) ke tahap produk jadi ditangan pelanggan. Ada beberapa
arus nilai,; arus nilai yang paling umum adalah arus nilai pemenuhan pesanan.
Arus nilai pemenuhan pesanan berfokus pada pemberian produk yang ada ke tangan
pelanggan yang ada. Jenis arus kas nilai yang kedua adalah arus nilai produk yang berfokus pada
pengembangan-produk baru untuk pelanggan baru. Arus nilai mencerminkan semua
hal yang dilakukan, baik yang buruk maupun yang bagus untuk membawa produk ketangan pelanggan. Jadi,
menganalisis arus nilai akan memungkinkan pihak
manajemen untuk mengidentifikasi buangan. aktivitas ini terdiri atas dua
jenis, yaitu:
1. Aktivitas yang dapat
dihindarkan dalam jangka pendek
2. Aktivitas yang tidak dapat
dihindarkan dalam jangka waktu pendek karena tekhnologi atau metode produksi
saat ini.
Aktivitas yang
termasuk dalam jenis petama adalah aktivitang yang dapat ditiadakan dengan
sangat cepat. Sedangkan jenis kedua, membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha.
Biaya Keseluruhan Hidup Produk, Dari perspektif keseluruhan hidup, biaya produk memiliki empat elemen utama : biaya yang tidak muncul lagi (perencanaan, perancangan dan pengujian), biaya manufacturing, biaya logistik, dan biiaya pengembalian dari pelanggan. Pengukuran, Pengakumulasian, dan pelaporan seluruh biaya sikluss hidup produk memungkinkan para manajer untuk menilai keefektipan perencanaan siklus hidup secara lebih baik dan membangun strategi pemasaran yang lebih efektif dan canggih. Perhitungan biaya siklus hidup juga meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan harga yang baik dan memperbaiki penilaian profitabilitas produk.
Perencanaan
penghitungan biaya target
Manajemen biaya siklus hidup menekankan penurunan
biaya, bukan pengendalian biaya. Jadi, penghitungan biaya target menjadi suatu
alat khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya.
Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualan yang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu dan laba per unit yang diinginkan.
Harga penjualan mencerminkan spesifikasi produk atau fungsi yang dinilai oleh pelanggan (dihubungkan sebagai fungsi produk). Jika biaya target kurang dari apa yang saat ini dapat tercapai, maka manajemen harus menemukan penurunan biaya yang menggerakkan biaya aktual ke biaya target. Menemukan penurunan biaya ini adalah tantangan utama dari penghitungan biaya target.
Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualan yang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu dan laba per unit yang diinginkan.
Harga penjualan mencerminkan spesifikasi produk atau fungsi yang dinilai oleh pelanggan (dihubungkan sebagai fungsi produk). Jika biaya target kurang dari apa yang saat ini dapat tercapai, maka manajemen harus menemukan penurunan biaya yang menggerakkan biaya aktual ke biaya target. Menemukan penurunan biaya ini adalah tantangan utama dari penghitungan biaya target.
Tiga metode penurunan biaya yang
digunakan secara khusus adalah rekayasa
berlawanan, analisis nilai, dan perbaikan proses. Rekayasa berlawanan
membedah prodok pesaing untuk mencari lebih banyak keistimewaan rancangan yang
membuat penurunan biaya. Analisis nilai berusaha menaksir nilai yang ditempatkan pada berbagai fungsi produk
oleh pelanggan. Jika suatu harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk suatu
fungsi khusus lebih kecil daripada biayanya, maka fungsi tersebut mungkin akan
dihapus. Kemungkinan lain adalah mencari cara menurunkan biaya penyediaan
fungsi, seperti menggunakan komponen umum. Rekayasa berlawanan dan analisis
nialai berfokus pada desain produk untuk mencapai penurunan biaya. Proses yang
digunakan untuk memproduksi dan memasarkan produk adalah sumber potensi
penurunan biaya.
Siklus Hidup Pendek, meskipun manajemen biaya siklus hidup penting bagi
semua perusahaan manufaktur, hal ini lebih penting lagi bagi perusahaan yang
memiliki produk dengan siklus hidup pendek. Produk yang harus menutup semua
biaya siklus hidup dan memberikan laba yang dapat diterima. Jika suatu produk
perusahaan memiliki siklus hidup panjang, kinerja laba dapat ditingkatkan
dengan semacam tindakan seperti perancagan ulang, perubahan harga, penurunan
biaya dan perubahan bauran produk. Secara kontras perusahaan yang memilki
produk dengan siklus hidup pendek biasanya tidak memiliki waktu untuk bertindak
dengan cara ini sehingga pendekatan mereka harus proaktif. Jadi, untuk siklus
hidup pendek, perencanaan siklus hidup yang baik merupakan hal penting dan
harga harus dibuat secara tepat untuk menutup semua biaya siklus hidup dan
memberikan hasil yang baik. Penghitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat
digunakan untuk mendorong perencanaan siklus hidup yang baik. Dengan pemilihan
penggerak biaya secara hati-hati, para perekayasa desain dapat dimotivasi untuk
memilih desain dengan biaya yang minimum.
Balanced Scorecard: Konsep Dasar
Balanced Scorecard: Konsep Dasar
Adalah sistem manajemen strategis yang mendefinisikan
sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi organisasi dalam
tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam empat perspektif, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan,
perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan (infrastruktur).
Penerjemahan
Strategi
Berikut strategi menurut pembuat kerangka kerja Balanced Scorecard.
Pemilihan segmen pasar dan pelanggan
yang unit bisnis akan layani, pengidentifikasian proses internal dan bisnis
yang penting dimana unit harus unggul dalam hal penyampaian proposisi nilai
kepada pelanggan dalam segman pasar sasaran, serta memilih kemampuan individual
dan organisasi yang dibutuhkan untuk tujuan internal, pelanggan, dan keuangan.
Strategi adalah penspesifikasian hubungan yang diinginkan manajemen diantara empat perspektif. Dilain pihak, penerjemahan strategi (strategy translation) berarti menspesifikasikan tujuan, ukuran target dan inisiatif tiap perspektif.
Pada perspektif keuangan, perusahaan dapat menspesifikasiksan suatu tujuan pertumbuhan pendapatan dengan memperkenalkan produk baru. Pengukuarn kinerja (performance measure) bisa berbentuk presentase pendapatan yang berasal dan penjualan produk baru.
Target atau standar pada tahun depan untuk ukuran mungkin 20 persen (20 persen dari total pendapatan tahun mendatang harus dari penjualan produk baru). Inisiatif menggambarkan bagaimana hal ini dipenuhi. Bagaimana tentu melibatkan tiga perspektif lainnya. Sekarang, perusahaan harus mengidentifikasi segmen pelanggan, proses internal, serta kemampuan individual dan organisasional yang akan memungkinkan realisasi tujuan pertumbuhan pendapatan. Hal ini mengilustrasikan bahwa tujuan keuangan menjadi fokus dari tujuan, ukuran, dan inisiatif dari tiga perspektif lainnya.
Strategi adalah penspesifikasian hubungan yang diinginkan manajemen diantara empat perspektif. Dilain pihak, penerjemahan strategi (strategy translation) berarti menspesifikasikan tujuan, ukuran target dan inisiatif tiap perspektif.
Pada perspektif keuangan, perusahaan dapat menspesifikasiksan suatu tujuan pertumbuhan pendapatan dengan memperkenalkan produk baru. Pengukuarn kinerja (performance measure) bisa berbentuk presentase pendapatan yang berasal dan penjualan produk baru.
Target atau standar pada tahun depan untuk ukuran mungkin 20 persen (20 persen dari total pendapatan tahun mendatang harus dari penjualan produk baru). Inisiatif menggambarkan bagaimana hal ini dipenuhi. Bagaimana tentu melibatkan tiga perspektif lainnya. Sekarang, perusahaan harus mengidentifikasi segmen pelanggan, proses internal, serta kemampuan individual dan organisasional yang akan memungkinkan realisasi tujuan pertumbuhan pendapatan. Hal ini mengilustrasikan bahwa tujuan keuangan menjadi fokus dari tujuan, ukuran, dan inisiatif dari tiga perspektif lainnya.
Peranan Ukuran
Kinerja
Ukuran kinerja diturunkan dari visi, strategi dan
tujuan perusahaan. Ukuran ukuran ini harus diseimbangkan antara ukuran lag dan
lead, objektif dan subjektif, keuangan dan non keuangan, serta ukuran eksternal
dan internal
1.Ukuran Lag adalah ukuran output, ukuran hasil dari usaha dimasa lalu (contoh profitabilitas pelanggan)
2.Ukuran Lead adalah faktor faktor yang menggerakkan kinerja masa depan (contoh, jumlah jam pelatihan karyawan)
3.Ukuran Objektif adalah ukuran yang bisa langsung dihitung dan diverifikasi (contoh, pangsa pasar)
4.Ukuran Subjektif lebih sulit dihitung dan lebih bersifat praduga (contoh, kemampuan karyawan)
5.Ukuran keuangan adalah ukuran yang dinyatakan dalam istilah moneter
6.Ukuran non keuangan menggunakan unit-unit nonmoneter.
7.Ukuran Eksternal berkaitan dengan pelanggan dan pemegang saham (conntoh, kepuasan pelanggan dan pengembalian atas investasi)
8.Ukuran Internal adalah ukuran yang berkaitan denagn proses dan kemampuan yang mensiptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham(contoh, efisiensi proses dan kepuasan karyawan).
Ukuran kinerja juga harus dihubungkan secara hati-hati dengan strategi organisasi. Hal tersebut akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi organisasi.
Menghubungkan Ukuran Kinerja dengan strategi, penyeimbangan ukuran mengharuskan ukuran untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Sebagai contoh, penyeimban gan ukuran output dengan penggerak kinerja sangat penting untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Penggerak kinerja adalah ukuran yang membuat sesuatu terjadi dan merupakan indikator bagaimana output direalisasikan. Jadi, penggerak cenderung bersifat khusus untuk strategi tertentu. Ukuran output juga penting karna menyatakan apakah strategi yang diimplementasikan akan sukses sesuai dengan konsekuensi ekonomi yang diinginkan.
1.Ukuran Lag adalah ukuran output, ukuran hasil dari usaha dimasa lalu (contoh profitabilitas pelanggan)
2.Ukuran Lead adalah faktor faktor yang menggerakkan kinerja masa depan (contoh, jumlah jam pelatihan karyawan)
3.Ukuran Objektif adalah ukuran yang bisa langsung dihitung dan diverifikasi (contoh, pangsa pasar)
4.Ukuran Subjektif lebih sulit dihitung dan lebih bersifat praduga (contoh, kemampuan karyawan)
5.Ukuran keuangan adalah ukuran yang dinyatakan dalam istilah moneter
6.Ukuran non keuangan menggunakan unit-unit nonmoneter.
7.Ukuran Eksternal berkaitan dengan pelanggan dan pemegang saham (conntoh, kepuasan pelanggan dan pengembalian atas investasi)
8.Ukuran Internal adalah ukuran yang berkaitan denagn proses dan kemampuan yang mensiptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham(contoh, efisiensi proses dan kepuasan karyawan).
Ukuran kinerja juga harus dihubungkan secara hati-hati dengan strategi organisasi. Hal tersebut akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi organisasi.
Menghubungkan Ukuran Kinerja dengan strategi, penyeimbangan ukuran mengharuskan ukuran untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Sebagai contoh, penyeimban gan ukuran output dengan penggerak kinerja sangat penting untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Penggerak kinerja adalah ukuran yang membuat sesuatu terjadi dan merupakan indikator bagaimana output direalisasikan. Jadi, penggerak cenderung bersifat khusus untuk strategi tertentu. Ukuran output juga penting karna menyatakan apakah strategi yang diimplementasikan akan sukses sesuai dengan konsekuensi ekonomi yang diinginkan.
Empat
Perspektif dan Ukuran Kinerja
Keempat mendefinisikan strategi organisasi. Lebih
lanjut, ukuran kinerja ini juga bertujuan mensejajarkan tujuan dan tindakan
individual dengan tujuan dan inisiatif organisasi. Dengan peranan yang
dimainkan keempat perspektif ini dalam pengembangan ukuran kinerja, pengujian
perspektif yang lebih detail akan lebih terjamin
a. Perspektif Keuangan
a. Perspektif Keuangan
Perspektif keuangan menetapkan tujuan kinerja keuangan
jangka pendek dan jangka panjang. Perspektif keuangan mengacu pada konsekuensi
keuangan global dari ketiga perspektif lainnya. Jadi, tujuan dan ukuran
perspektif lain harus dihubungkan dengan tujuan keuangan. Perspektif keuangan
memiliki tiga tema strategis, yaitu:
1.
Pertumbuhan Pendapatan
Beberapa kemungkinan tujuan berhubungan dengan pertumbuhan pendapatan. Kemungkinan-kemungkinan ini diantaranya: meningkatkan jumlah produk baru, menciptakan aplikasi baru bagi produk yang sudah ada, mengembangkan pelanggan dan pasar yang baru, serta pengadopsian strategi penentuan harga baru. Setelah tujuan operasional diketahui, ukuran kinerja dapat dirancang.
Beberapa kemungkinan tujuan berhubungan dengan pertumbuhan pendapatan. Kemungkinan-kemungkinan ini diantaranya: meningkatkan jumlah produk baru, menciptakan aplikasi baru bagi produk yang sudah ada, mengembangkan pelanggan dan pasar yang baru, serta pengadopsian strategi penentuan harga baru. Setelah tujuan operasional diketahui, ukuran kinerja dapat dirancang.
2. Penurunan Biaya
Penurunan biaya per unit produk, per pelanggan, atau per jalur disrtibusi, adalah contoh tujuan penurunan biaya.Ukuran yang tepat sudah jelas: biaya per unit dari objek biaya tertentu. Tren dalam ukuran ini akan menyatakan apakah biaya berkurang atau tidak. Untuk tujuan ini keakuratan pembebanan biaya berperan penting.
Penurunan biaya per unit produk, per pelanggan, atau per jalur disrtibusi, adalah contoh tujuan penurunan biaya.Ukuran yang tepat sudah jelas: biaya per unit dari objek biaya tertentu. Tren dalam ukuran ini akan menyatakan apakah biaya berkurang atau tidak. Untuk tujuan ini keakuratan pembebanan biaya berperan penting.
3.
Penggunaan Aset
Perbaikan pemanfaatan aset adalah tujuan utama. Ukuran keuangan seperti laba atas investasi dan nilai tambah ekonomi yang digunakan.
Perbaikan pemanfaatan aset adalah tujuan utama. Ukuran keuangan seperti laba atas investasi dan nilai tambah ekonomi yang digunakan.
b. Perspektif
Pelanggan
Perspektif pelanggan adalah sumber komponen pendapatan
dari tujuan keuangan. Perspektif ini mendefinisikan dan memilih pelanggan dan
segmen pasar dimana perusahaan memutuskan untuk bersaing.
Nilai Pelanggan, Penigkatan nilai pelanggan membangun loyalitas pelanggan (meningkatkan retensi) dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Nilai pelanggan (customer value) adalah perbedaan antara realisasi dan pengorbanan, dimana realisasi adalah apa yang pelanggan terima dan pengorbanan adalah apa yang diserahkan.
Nilai Pelanggan, Penigkatan nilai pelanggan membangun loyalitas pelanggan (meningkatkan retensi) dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Nilai pelanggan (customer value) adalah perbedaan antara realisasi dan pengorbanan, dimana realisasi adalah apa yang pelanggan terima dan pengorbanan adalah apa yang diserahkan.
c. Perspektif
Proses
Adalah sarana menciptakan nilai pelanggan dan pemegang
saham. Jadi, Perspektif proses mencakup identifikasi proses yang diperlukan
untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Untuk memberikan kerangka kerja
yang diperlukan perspektif ini, rantai nilai proses didefinisikan.
Rantai nilai proses terdiri atas tiga proses, yaitu:
1.
Proses Inovasi
2. Proses Operasional
3.
Proses Pelayanan Pasca Penjualan
d. Perspektif
Pembelajaran dan Pertumbuhan
Adalah sumber kemampuan yang memungkinkan penyelesaian
atau pencapaian tujuan tiga perspektif lainnya. Perspektif ini memiliki tiga
tujuan utama, yaitu:
1.
Kemampuan karyawan
2. Motivasi, Pemberdayaan dan
Pelibatan Karyawan
3.
Kemampuan Sistem Informasi