Senin, 03 Juli 2017

AKUNTANSI MANAJEMEN “Lean Accounting, Perhitungan Biaya Target, dan Balanced Scorecard”


Lean Manufacturing
adalah pendekatan yang didesain untuk meniadakan buangan dan memksimalkan nilai bagi pelanggan, seta dengan biaya serendah mungkin. Pendekatan ini memiliki ciri pengiriman produk yang benar dalam jumlah yang benar, dengan kualitas yang benar tanpa cacat, pda waktu yang tepat dengan kebutuhan pelanggan, seta dengan biay serendah mungkin.
            Sistem Lean Manufacturing memungkinkan para manajer untuk meniadakan buangan, mengurangi biaya, dan menjadi lebih efisien. Perusahaan yang mengimplementasikan Lean manufacturing mengejar strategi pengurangan biaya dengan cara mengidentifikasikan ulang berbagai aktivitas yang dilaksanakan perusahaan. Pengurangan biaya secara langsung berkaitan kepemimpinan biaya. Lean manufacturing menambah nilai melalui pengurangan buangan. Implementasi lean manufacturing yang baik telah memberi berbagai perbaikan besar, seperti kualitas yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengurangn waktu tunggu, pengurangan persediaan dalam jumlah besar, pengurangan waktu penyetelan, penurunan biaya produksi, dan peningkatan tingkat produksi. Contohnya, Celestica De Monterrey S.A. C.V., sebuah perusahaan yang mengkhususkan pada jasa produksi elktronik, mengimplementasikan lean manufacturing di pebriknya di Monterrey. Meksiko.
Implementasi tersebut menghasilkan peningkatan penggunaan ruang sebesar 34%, pengurangan waktu penyetelan sebesar 85%, Pengurangan buangan sebesar 66%, dan penurunan waktu tunggu pelanggan sebesar 71%.
Pada intinya, lean manufacturing sama dengan sistem produksi Toyota yang dikembangkan oleh Shigoe Shingo dan Taaichi Ohno. World class manufacturing dan just-in-time (JIT) Manufacturing and Purchasing adalah istilah yang meliputi banyak aspek dari metode yang sama. Secara konseptual. Lean Manufacturing juga mirip dengan sistem lean enterprise ford. Kontribusi Shingo dan Ohno mengatasi berbagai kelemahan dan kesalahan dalam sistem ford. Secara khusus, sistem ford tidak menilai karyawan secara tepat dan tidak dibentuk berhubungan dengan ntingkat variasi produk yang tinggi. Produk yang memiliki banyak variasi dan bervolume rendah tidak sesuai dengan sistem produksi ford. Pemberdayaan karyawan, struktur tim, manufaktur sel, pengurangan waktu penyetelan dan batch kecil ada didalam sistem produksi Toyota dan merupakan bagian integral dari sistem lean manufacturing.

Hal yang memungkinkan perusahaan untuk dapat mencapai hasil yang dijelaskan melalui Celestica de Monterrey. Menjadi lean berarti harus ada pemikiran yang lean. Lean manufacturing berbeda karena lima prinsip pemikiran lean berikut ini.
1.      Menspesifikasikan nilai tap produk secara tepat
2.      Mengidentifikasi “arus nilai” untuk tiap produk
3.      Menciptakan arah nilai tanpa gangguan
4.      Memungkinkan pelanggan menciptakan nilai dari produsen
5.      Mengejar kesempurnaan

Nilai Berdasarkan Produk
Nilai ditentukan oleh pelanggan minimal, nilai merupakan suatu bagian atau fitur yang membuat pelanggan bersedia membayar. Nilai bagi pelanggan adalah perbedaan antara nilai yang direalisasi denan pengorbanan. Realisasi adalah hal yang diterima pelanggan. Pengorbanan adalah yang  dilepas pelanggan, termasuk uang yang bersedia mereka keluarkan untuk fitur dasar dan khusus produk, kualitas, merk, dan reputas. Jadi, nilai berkaitan denagn produk tertentu dan fitur produk tertentu. Menambah nilai dan fungsi yang tidak diinginkan oleh pelanggan adalah penyia-nyiaan waktu dan sumber daya. Menilai adalah proses yang berorientasieksternal dan tidak dapat dilakukan secara internal. Hanya berbagai fitur yang bernilai tambah yang seharusnya dihasilkan; aktivitas yang tidak bernilai tambah harus ditiadakan.

Arus Nilai
Arus nilai terdiri atas semua aktivitas yang bernilai tambah yang dibutuhkan untuk membawa sekelompok produk atau jasa dari titik awalnya (contohnya, pesanan pelanggan atas suatu produk baru) ke tahap produk jadi ditangan pelanggan. Ada beberapa arus nilai,; arus nilai yang paling umum adalah arus nilai pemenuhan pesanan. Arus nilai pemenuhan pesanan berfokus pada pemberian produk yang ada ke tangan pelanggan yang ada. Jenis arus kas nilai yang kedua adalah  arus nilai produk yang berfokus pada pengembangan-produk baru untuk pelanggan baru. Arus nilai mencerminkan semua hal yang dilakukan, baik yang buruk maupun yang bagus  untuk membawa produk ketangan pelanggan. Jadi, menganalisis arus nilai akan memungkinkan pihak  manajemen untuk mengidentifikasi buangan. aktivitas ini terdiri atas dua jenis, yaitu:
1.      Aktivitas yang dapat dihindarkan dalam jangka pendek
2.      Aktivitas yang tidak dapat dihindarkan dalam jangka waktu pendek karena tekhnologi atau metode produksi saat ini.

Aktivitas yang termasuk dalam jenis petama adalah aktivitang yang dapat ditiadakan dengan sangat cepat. Sedangkan jenis kedua, membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha.

Biaya Keseluruhan Hidup Produk, Dari perspektif keseluruhan hidup, biaya produk memiliki empat elemen utama : biaya yang tidak muncul lagi (perencanaan, perancangan dan pengujian), biaya manufacturing, biaya logistik, dan biiaya pengembalian dari pelanggan. Pengukuran, Pengakumulasian, dan pelaporan seluruh biaya sikluss hidup produk memungkinkan para manajer untuk menilai keefektipan perencanaan siklus hidup secara lebih baik dan membangun strategi pemasaran yang lebih efektif dan canggih. Perhitungan biaya siklus hidup juga meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan harga yang baik dan memperbaiki penilaian profitabilitas produk.

Perencanaan penghitungan biaya target
Manajemen biaya siklus hidup menekankan penurunan biaya, bukan pengendalian biaya. Jadi, penghitungan biaya target menjadi suatu alat khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya.
Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualan yang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu dan laba per unit yang diinginkan.
Harga penjualan mencerminkan spesifikasi produk atau fungsi yang dinilai oleh pelanggan (dihubungkan sebagai fungsi produk). Jika biaya target kurang dari apa yang saat ini dapat tercapai, maka manajemen harus menemukan penurunan biaya yang menggerakkan biaya aktual ke biaya target. Menemukan penurunan biaya ini adalah tantangan utama dari penghitungan biaya target.


Tiga metode penurunan biaya yang digunakan secara khusus adalah rekayasa berlawanan, analisis nilai, dan perbaikan proses. Rekayasa berlawanan membedah prodok pesaing untuk mencari lebih banyak keistimewaan rancangan yang membuat penurunan biaya. Analisis nilai berusaha menaksir nilai  yang ditempatkan pada berbagai fungsi produk oleh pelanggan. Jika suatu harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk suatu fungsi khusus lebih kecil daripada biayanya, maka fungsi tersebut mungkin akan dihapus. Kemungkinan lain adalah mencari cara menurunkan biaya penyediaan fungsi, seperti menggunakan komponen umum. Rekayasa berlawanan dan analisis nialai berfokus pada desain produk untuk mencapai penurunan biaya. Proses yang digunakan untuk memproduksi dan memasarkan produk adalah sumber potensi penurunan biaya.
Siklus Hidup Pendek, meskipun manajemen biaya siklus hidup penting bagi semua perusahaan manufaktur, hal ini lebih penting lagi bagi perusahaan yang memiliki produk dengan siklus hidup pendek. Produk yang harus menutup semua biaya siklus hidup dan memberikan laba yang dapat diterima. Jika suatu produk perusahaan memiliki siklus hidup panjang, kinerja laba dapat ditingkatkan dengan semacam tindakan seperti perancagan ulang, perubahan harga, penurunan biaya dan perubahan bauran produk. Secara kontras perusahaan yang memilki produk dengan siklus hidup pendek biasanya tidak memiliki waktu untuk bertindak dengan cara ini sehingga pendekatan mereka harus proaktif. Jadi, untuk siklus hidup pendek, perencanaan siklus hidup yang baik merupakan hal penting dan harga harus dibuat secara tepat untuk menutup semua biaya siklus hidup dan memberikan hasil yang baik. Penghitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat digunakan untuk mendorong perencanaan siklus hidup yang baik. Dengan pemilihan penggerak biaya secara hati-hati, para perekayasa desain dapat dimotivasi untuk memilih desain dengan biaya yang minimum.

Balanced Scorecard: Konsep Dasar
Adalah sistem manajemen strategis yang mendefinisikan sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi organisasi dalam tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam empat perspektif, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (infrastruktur).

Penerjemahan Strategi
Berikut strategi menurut pembuat kerangka kerja Balanced Scorecard.
Pemilihan segmen pasar dan pelanggan yang unit bisnis akan layani, pengidentifikasian proses internal dan bisnis yang penting dimana unit harus unggul dalam hal penyampaian proposisi nilai kepada pelanggan dalam segman pasar sasaran, serta memilih kemampuan individual dan organisasi yang dibutuhkan untuk tujuan internal, pelanggan, dan keuangan.
Strategi adalah penspesifikasian hubungan yang diinginkan manajemen diantara empat perspektif. Dilain pihak, penerjemahan strategi (strategy translation) berarti menspesifikasikan tujuan, ukuran target dan inisiatif tiap perspektif.
Pada perspektif keuangan, perusahaan dapat menspesifikasiksan suatu tujuan pertumbuhan pendapatan dengan memperkenalkan produk baru. Pengukuarn kinerja (performance measure) bisa berbentuk presentase pendapatan yang berasal dan penjualan produk baru.
Target atau standar pada tahun depan untuk ukuran mungkin 20 persen (20 persen dari total pendapatan tahun mendatang harus dari penjualan produk baru). Inisiatif menggambarkan bagaimana hal ini dipenuhi. Bagaimana tentu melibatkan tiga perspektif lainnya. Sekarang, perusahaan harus mengidentifikasi segmen pelanggan, proses internal, serta kemampuan individual dan organisasional yang akan memungkinkan realisasi tujuan pertumbuhan pendapatan. Hal ini mengilustrasikan bahwa tujuan keuangan menjadi fokus dari tujuan, ukuran, dan inisiatif dari tiga perspektif lainnya.

Peranan Ukuran Kinerja
Ukuran kinerja diturunkan dari visi, strategi dan tujuan perusahaan. Ukuran ukuran ini harus diseimbangkan antara ukuran lag dan lead, objektif dan subjektif, keuangan dan non keuangan, serta ukuran eksternal dan internal

1.Ukuran Lag adalah ukuran output, ukuran hasil dari usaha dimasa lalu (contoh profitabilitas pelanggan)
2.Ukuran Lead adalah faktor faktor yang menggerakkan kinerja masa depan (contoh, jumlah jam pelatihan karyawan)
3.Ukuran Objektif adalah ukuran yang bisa langsung dihitung dan diverifikasi (contoh, pangsa pasar)
4.Ukuran Subjektif lebih sulit dihitung dan lebih bersifat praduga (contoh, kemampuan karyawan)
5.Ukuran keuangan adalah ukuran yang dinyatakan dalam istilah moneter
6.Ukuran non keuangan menggunakan unit-unit nonmoneter.
7.Ukuran Eksternal berkaitan dengan pelanggan dan pemegang saham (conntoh, kepuasan pelanggan dan pengembalian atas investasi)
8.Ukuran Internal adalah ukuran yang berkaitan denagn proses dan kemampuan yang mensiptakan  nilai bagi pelanggan dan pemegang saham(contoh, efisiensi proses dan kepuasan karyawan).
            Ukuran kinerja juga harus dihubungkan secara hati-hati dengan strategi organisasi. Hal tersebut akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi organisasi.

Menghubungkan Ukuran Kinerja dengan strategi, penyeimbangan ukuran mengharuskan ukuran untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Sebagai contoh, penyeimban gan ukuran output dengan penggerak kinerja sangat penting untuk dihubungkan dengan strategi organisasi. Penggerak kinerja adalah ukuran yang membuat sesuatu terjadi dan merupakan indikator bagaimana output direalisasikan. Jadi, penggerak cenderung bersifat khusus untuk strategi tertentu. Ukuran output juga penting karna menyatakan apakah strategi yang diimplementasikan akan sukses sesuai dengan konsekuensi ekonomi yang diinginkan.

Empat Perspektif dan Ukuran Kinerja
Keempat mendefinisikan strategi organisasi. Lebih lanjut, ukuran kinerja ini juga bertujuan mensejajarkan tujuan dan tindakan individual dengan tujuan dan inisiatif organisasi. Dengan peranan yang dimainkan keempat perspektif ini dalam pengembangan ukuran kinerja, pengujian perspektif yang lebih detail akan lebih terjamin

a. Perspektif Keuangan
Perspektif keuangan menetapkan tujuan kinerja keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Perspektif keuangan mengacu pada konsekuensi keuangan global dari ketiga perspektif lainnya. Jadi, tujuan dan ukuran perspektif lain harus dihubungkan dengan tujuan keuangan. Perspektif keuangan memiliki tiga tema strategis, yaitu:
1.      Pertumbuhan Pendapatan
Beberapa kemungkinan tujuan berhubungan dengan pertumbuhan pendapatan. Kemungkinan-kemungkinan ini diantaranya: meningkatkan jumlah produk baru, menciptakan aplikasi baru bagi produk yang sudah ada, mengembangkan pelanggan dan pasar yang baru, serta pengadopsian strategi penentuan harga baru. Setelah tujuan operasional diketahui, ukuran kinerja dapat dirancang.
2.      Penurunan Biaya
Penurunan biaya per unit produk, per pelanggan, atau per jalur disrtibusi, adalah contoh tujuan penurunan biaya.Ukuran yang tepat sudah jelas: biaya per unit dari objek biaya tertentu. Tren dalam ukuran ini akan menyatakan apakah biaya berkurang atau tidak. Untuk tujuan ini  keakuratan pembebanan biaya berperan penting.
3.      Penggunaan Aset
Perbaikan pemanfaatan aset adalah tujuan utama. Ukuran keuangan seperti laba atas investasi dan nilai tambah ekonomi yang digunakan.

b. Perspektif Pelanggan
Perspektif pelanggan adalah sumber komponen pendapatan dari tujuan keuangan. Perspektif ini mendefinisikan dan memilih pelanggan dan segmen pasar dimana perusahaan memutuskan untuk bersaing.
Nilai Pelanggan, Penigkatan nilai pelanggan membangun loyalitas pelanggan  (meningkatkan retensi) dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Nilai pelanggan (customer value) adalah perbedaan antara realisasi dan pengorbanan, dimana realisasi adalah apa yang pelanggan terima dan pengorbanan adalah apa yang diserahkan.

c. Perspektif Proses
Adalah sarana menciptakan nilai pelanggan dan pemegang saham. Jadi, Perspektif proses mencakup identifikasi proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Untuk memberikan kerangka kerja yang diperlukan perspektif ini, rantai nilai proses didefinisikan.
Rantai nilai proses terdiri atas tiga proses, yaitu:
1.      Proses Inovasi
2.      Proses Operasional
3.      Proses Pelayanan Pasca Penjualan

d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Adalah sumber kemampuan yang memungkinkan penyelesaian atau pencapaian tujuan tiga perspektif lainnya. Perspektif ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
1.      Kemampuan karyawan
2.      Motivasi, Pemberdayaan dan Pelibatan Karyawan
3.      Kemampuan Sistem Informasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar